BNPT: 300 Tahanan Kasus Terorisme Bebas 2013-2014
Ketua BNPT Ansyaad Mbai, Deputi I BNPT Agus Surya Bakti, tim ahli BNPT Sarlito Wirawan dan ketua FKPT Banten Brigjen. Pol (Pur) Rumiah berdiskusi dengan jurnalis di Banten terkait terorisme, di Serang Kamis (21/2) (Foto: Mulyana/Antara)

Serang (AntaraBanten) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai menyatakan, sekitar 300 tahanan kasus terorisme di Indonesia akan bebas atau keluar pada Tahun 2013 dan 2014.


"Pada tahun 2013 sampai 2014 mendatang akan keluar sekitar 300 tahanan teroris yang sudah divonis Pengadilan. Kita tidak ingin mereka setelah keluar dari penjara kembali melakukan aksi terorisme, tentunya ini butuh pembinaan dan pencegahan dari kita semua agar mereka tidak kembali," kata Ansyaad Mbai saat melantik pengurus Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten di Serang, Kamis.


Ia mengatakan, sebelumnya sudah ada ratusan tahanan terorisme yang sudah bebas menjalani hukuman, puluhan diantara mereka kembali melakukan aksi terorisme. Sehingga, ini perlu dukungan semua komponen masyarakat untuk melakukan pencegahan aksi-aksi tersebut, makanya perlu dibentuk Forum Kordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) di daerah dengan melalui pendekatan kearifan lokal.


"Kita tidak ingin seperti jaman dahulu melakukan pendekatan kekerasan, karena khawatir melanggar HAM. Kita harus melakukan tindakan secara adil yakni melalui jalur hukum," kata Ansyaad Mbai.


Ia mengatakan, secara akumulatif hingga Februari 2013 pihaknya bersama aparat penegak hukum lainnya sudah menangkap sekitar 840 pelaku terorisme. Dari jumlah itu sekitar 700 sudah menjalani proses hukum dan divonis di Pengadilan.


Pihaknya berharap dengan keluarnya atau bebasnya tahanan kasus terorisme tersebut, mereka tidak kembali melakukan aksinya dan kembali ke masyarakat menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Pihaknya juga akan terus berupaya melakukan pembinaan terhadap mantan-mantan tahanan kasus terorisme tersebut dengan berbagai pola pendekatan yang dilakukan.


Selain itu, dengan dibentuknya BKPT di Banten, bisa mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap aksi-aksi terorisme, melalui pola-pola pendekatan kearifan lokal sesuai dengan kondisi dalam kehidupan masyarakat yang ada dilingkungannya masing-masing.


Usai melakukan pelantikan pengurus BKPT Provinsi Banten, tim BNPT yang terdiri dari Ketua BNPT Ansyaad Mbai, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Agus Surya Bakti, Tim Ahli BNPT Prof Dr Sarlito Wirawan dan Ketua BKPT Provinsi Banten Birgjen Pol (Pur) Rumiah melakukan silaturahim dan diskusi masalah terorisme dengan pimpinan media massa di Provinsi Banten.


Agus Surya Bakti mengatakan, dalam upaya penanganan terorisme kedepan BNPT akan lebih mengedepankan pendekatan secara halus dengan memberdayakan serta mengkordinasikan seluruh komponen masyarakat, karena yang akan lebih tahu kondisi daerah adalah masyarakat itu sendiri.


"Banten karakteristiknya adalah agama dan adat, maka pendekatan agama dan adat itulah yang harus dikedepankan dalam upaya pencegahan terorisme yang dikordinasikan oleh BKPT," kata Agus Surya Bakti.


Sementara itu Ketua BKPT Banten Rumiah mengatakan, pendekatan yang akan dilakukan di Banten dalam upaya pencegahan terorisme adalah dengan melakukan kordinasi, diskusi serta dialog dengan para tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren, karena Banten identik dengan istilah sejuta santri dan seribu kiai.


"Kita berharap Banten dengan sejuta santri dan seribu kiai, satu visi dengan BKPT untuk sama-sama mencegah terorisme," kata Rumiah.