Senin, 21 Agustus 2017

Tangerang Data Sawah Petani Terkena Hama Wereng

id Tangerang Data Sawah Petani Terkena Hama Wereng
Tangerang, (Antara News) - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan pendataan terhadap pemilik dan luas sawah yang terkena hama wereng di Kecamatan Kronjo supaya dapat diambil langkah untuk pencegahan.

"Saya sudah perintahkan Dinas Pertanian dan Peternakan untuk terjun langsung ke lapangan menemui petani," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Jumat.

Ahmed mengatakan jangan sampai serangan hama wereng itu meluas dan upaya pencegahan menjadi terlambat sehingga merugikan petani.

Pernyataan itu sehubungan para petani di Kabupaten Tangerang, panen lebih awal karena tanaman padi mulai menguning terserang hama wereng di Kecamatan Kronjo.

Seorang petani, Sarmiun (45) mengatakan, ada sekitar 200 hektare tanaman gagal panen terutama di Blok Kampung Muncung, Kecamatan Kronjo.

Petani telah berupaya untuk membasmi hama itu dengan cara menyemprot mengunakan pestisida maupun zat kimia cair lainnya, tapi tidak berhasil.

Upaya lain dengan cara memberikan lampu penerangan di pinggir sawah ketika malam hari, berharap hama itu terbang mendekati sinar dan mati.

Sedangkan jumlah hama yang mati relatif kecil dari serangan hama yang ada pada hamparan sawah para petani lainnya di Kecamatan Kronjo.

Rata-rata petani mengeluarkan dana sebesar Rp5 juta untuk tiap hektare lahan diantaranya membeli bibit, pupuk, pemeliharaan serta sewa traktor.

Namun menghindari kerugian lebih besar, maka cara terbaik adalah ketika padi mulai menguning langsung dipetik dan dijemur meski hasilnya tidak maksimal.

Petani setempat panen bila tidak ada hama menghasilkan sebanyak 6,8 ton hingga 7,2 ton per hektare, tapi saat menyerang hanya sebanyak 45 persen sampai 50 persen.

Ahmed menambahkan diperlukan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk selalu memantau kegiatan petani sehingga mengetahui dengan cepat kondisi sebenarnya.

Saat ini, katanya, belum ada laporan menyangkut luas lahan serta jumlah petani yang mengalami kerugian akibat hama itu.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga