Sabtu, 19 Agustus 2017

Pengamat: Pembangunan Kilang Harus Terwujud

id Pertamina
 Pengamat: Pembangunan Kilang Harus Terwujud
Seorang pekerja berpatroli dengan mengendarai sepeda di area Kilang RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Selasa (21/2). PT Pertamina (Persero) menargetkan proyek "upgrading" Refinery Unit IV Cilacap tuntas dan mulai beroperasi 2021, dengan peningkatan kapasitas total crude distillate unit (CDU) dari sekitar 345.000 barel per hari menjadi 370.000 barel per hari dan peningkatan hasil produksi dengan nilai tinggi dari semula sekitar 73 persem menjadi 96 persen. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/aww/17.)
Indonesia sudah tertinggal 20 tahun pembangunan Kilang minyak, harus sgera diwujudkan untuk mewujudkan swasembada BBM
Jakarta (Antara News) - Pengamat energi, Dirgo Purbo minta agar pembangunan kilang minyak Pertamina  harus segera terwujud untuk menjamin pasokan minyak mentah.

"Investasinya memang besar dan menggunakan teknologi tinggi, namun Pertamina bisa saja menggandeng investor strategis untuk mewujudkannya," kata Dirgo di Jakarta, Jumat.

Dirgo yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi bertajuk "Kedaulatan Energi Kita" mengatakan, pada jaman Orde Baru, pemerintah sempat merencanakan empat kilang minyak baru, EXOR 1 , 2, 3, dan 4. Dari empat rencana ini, hanya satu yang dibangun oleh pemerintah, yaitu Kilang Balongan pada tahun 1994. 

"Artinya sudah 20 tahun lebih kita tidak membangun kilang baru padahal kehadirannya sangat penting apabila Indonesia ingin swasembada bahan bakar," kata Dirgo.

Menurut dia, proyek Exor kurang berhasil  karena pemerintah kesulitan memperoleh bahan baku, yakni minyak mentah (crude oil) untuk memasok kilang.

Bagi Dirgo, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, tidak ada jalan lain pemerintah melalui PT Pertamina harus membangun kilang baru. 

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi Gerindra, Harry Poernomo mengatakan, dalam pembangunan minyak yang harus dijaga adalah kelangsungan pasokan minyak.

"Kami di Komisi VII DPR RI mendukung langkah PT Pertamina mengembangkan kapasitas kilang yang sudah ada dan membangun kilang baru. Yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana dengan jaminan pasokan minyak mentahnya? Indonesia sangat tergantung dengan pasokan minyak mentah dari luar. Jika terjadi gejolak politik atau terjadi bencana alam di negara pemasok, akan mengakibatkan pasokan minyak mentah terganggu," kata Harry yang pernah menjabat sebagai Direktur Hilir PT Pertamina (Persero).

Harry juga menyoroti mengenai pendanaan pembangunan kilang minyak. Menurut Harry, sebaiknya, dana yang digunakan untuk membangun kilang tidak berasal dari APBN. 

Menurut Harry, dana dari APBN sebaiknya dimanfaatkan untuk proyek lain yang lebih penting. 

“Pertamina bisa undang investor asing untuk bersama-sama membangun kilang minyak baru agar tidak membebani APBN," kata Harry. ***3***

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga