Senin, 23 Oktober 2017

Pencapaian Imunisasi MR Di Cilegon Melebihi Target

id Pencapaian Imunisasi MR Di Cilegon Melebihi Target
Pencapaian Imunisasi MR Di Cilegon Melebihi Target
Pencapaian pelaksanaan imunisasi campak dan rubella atau "measles-rubella" di Kota Cilegon hingga 5 Oktober 2017 mencapai 101,6 persen atau sudah melampaui target yang ditetapkan sebanyak 112.095 anak. (Mulyana/Antara)
Cilegon (Antara News) - Pencapaian pelaksanaan imunisasi campak dan rubella atau "measles-rubella" di Kota Cilegon hingga 5 Oktober 2017 mencapai 101,6 persen atau sudah melampaui target yang ditetapkan sebanyak 112.095 anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cilegon drg Niniek Harsini di Cilegon, Senin mengatakan, dalam program imunisasi MR di Provinsi Banten, Pemkot Cilegon dinilai sudah berhasil karena rata-rata realiasi program yang dicanangkan secara nasional tersebut mecapai 101,6 persen dari target sasaran yang sudah ditentukan yakni 112.095 anak.

Menurutnya, realisasi imunisasi MR di Kota Cilegon hingga 5 Oktober 2017 dari target 112.095 anak tersebut realisasinya mencapai 113.803 anak sasaran imuniasi MR yakni usia 9 bulan hingga 15 tahun.

''Program ini kan masih terus berjalan hingga pertengahan Oktober nanti. Jadi kemungkinan masih akan terus bertambah, sebab dari akhir Sepetember capaiannya 100,4 persen, hingga 5 Oktober kemarin bertambah menjadi 101,6 persen,"kata Niniek didampingi Kordinator Pengendalian Penyakit Drg Naning Handayani dan Penanggungjawab Program Imunisasi Puskesmas Cibeber Cilegon, Hudriyah.

Niniek mengatakan, salah satu bagian penentu keberhasilan program imunisasi MR di Kota Cilegon, yakni dengan gencarnya melakukan sosialiasi mengenai program tersebut kepada masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

''Jadi di Cilegon ini sejak ada permintaan program imunisasi MR dari provinsi setahun lalu, maka pada 2017 ini kami menyiapkan anggaran untuk sosialiasi. Kemudian mulai awal Tahun 2017 kami gencar melakukan sosialisasi imunisasi MR," katanya.

Ia mengatakan, sosialiasi dilakukan dengan cara terjun langsung kepada masyarakat menggandengn unsur-unsur terkait seperti Dinas Kesehatan, Kepolisian, Dinias Pendidikan, MUI, Kantor Kementerian Agama dan unsur lainnya.

''Dalam pelaksanaanya kami juga menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidang Indonesia (IBI). Sehingga meskipun SDM tenaga medis kami terbatas, tapi bisa melaksanakan imunisasi ini dengan baik. Bahkan kami juga meminta bantuan orang tua siswa di sekolah yang bisa melakukan tindakan medis,"kata Niniek.

Walaupun capaian pelaksanaan imunisasi di Kota Cilegon sudah melebihi target, kata dia, bukan berarti Dinas Kesehatan Kota Cilegon tidak menemui kendala-kendala. Sebab, ada beberapa orang tus siswa atau masyarakat yang menolak anaknya diimunisasi, tetapi semua kenmdala tersebut bisa diselesaikan dengan berkordinasi bersama pihak terkait.

"Kami melakukan imuniasi ini di Puskesmas-puskesmas, Rumah Sakit dan juga Posyandu. Intinya kami melakukan kordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait sehingga berjalan lancar,"katanya.

Menurutnya, keterlibatan sejumlah pihak seperti IDI, IBI, MUI, Dinas Pendidikan, dan juga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) karena adanya pendekatan dan sinergitas dilakukan sebelum pelaksanaan imunisasi dimulai.

''Kalau daerah lain cakupannya masih rendah mungkin karena sosialisasi dilakukan secara mendadak. Jadi di Cilegon ini sosialisasi yang dilakukan jauh-jauh ahri sebelum pelaksanaan imuniasi,"katanya.

Sementara salah seorang warga Kalanganyar, Kota Cilegon yang anaknya diimuniasi MR, Asnawati mengatakan, pelaksanaan imunisasi campak dan rubella di kampungnya dilakukan di salah satu posyandu. Anaknya yang berusia dua tahun bernnama Syakila diimunisasi di Posyandu Melati yang ada di lingkungan Kalangayaner, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon pada September lalu.

''Setelah adanyanya informasi mengenai imuniasi ini, akan saya dibawa ke Posyandu. Alhamdulillah dia mau diimuniasi dan sampai sekarang tidak ada masalah,"kata Asnawati yang ditemui saat pelayanan Posyandu di lingkungannya.

Bidan di Posyandu Melati Kalanganyar Kota Cilegon Lina Agustian mengatakan, dari target pelaksanaan imuniasi MR di Posyandu tersebut sebanyak 125 orang, hingga awal Oktober terealiasi sebanyak 150 anak yang diberikan imuniasi MR di Posyandu tersebut.

''Target awal kami 125 anak yang akan diimuniasi. Hingga kemarin sudah melebihi target karena keseluruhan sudah 150 anak yang diimuniasi di lingkungan Posyandu tersebut. Karena sebaian lagi orang tuanya yang datang dan meminta imuniasi ke Posyandu ini,"kata Lina. 

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga