Senin, 23 Oktober 2017

Pemkab Lebak Dorong Bank Sampah Tumbuhkan Ekonomi

id Pemkab Lebak Dorong Bank Sampah Tumbuhkan Ekonomi
BERANDA - PEMKAB LEBAK DORONG BANK SAMPAH TUMBUHKAN EKONOMI

Oleh Mansyur

Lebak, 12/10 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten,  mendorong bank sampah yang dikelola masyarakat agar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga mampu menyerap lapangan pekerjaan.

"Kami mengapresiasi perguliran uang dari 210 bank sampah hingga ratusan juta rupiah sehingga menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Saepulloh di Lebak, Kamis.

Pemerintah daerah terus mendorong agar bank sampah menyumbangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga bisa mengatasi pengangguran juga kemiskinan.

Selain itu juga, katanya, bank sampah dapat mencegah terjadinya urbanisasi akibat sempitnya lahan pekerjaan dimana saat ini banyak masyarakat Kabupaten Lebak bekerja ke luar daerah maupun luar negeri.

Karena itu, kehadiran bank sampah diharapkan dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat sehingga bermuara pada kesejahteraan.

Menurut dia, tujuan pengelolaan bank sampah itu juga manfaatnya cukup besar bagi lingkungan dan  bisa mencegah berbagai penyakit menular.

Selain itu juga limbah sampah juga ditampung oleh perusahaan di Jakarta dan sebagian sampah bisa digunakan aneka kerajinan tangan.

Bahkan, katanya, bank sampah juga menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai jual, seperti tas, sandal, dompet, suvenir, tempat air dan lainnya.

Menurut dia, produk kerajinan limbah sampah itu hingga kini masih menembus pasar domestik.

Selama ini, limbah sampah yang ada di masyarakat kebanyakan ditampung oleh pemulung-pemulung.

Padahal, ujar dia, jika dipilah-pilah antara sampah organik dan non-organik bisa menghasilkan produksi pupuk cair juga kompos.

"Kami mendorong bank sampah bisa menjadikan pendapatan ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah terus mendorong bank sampah tumbuh dan berkembang guna mendukung program "Lebak Sejahtera" sehingga terus ditingkatkan pelatihan-pelatihan juga jiwa kewirausahaan.

Sebab, ujarnya, potensi usaha limbah sampah cukup besar menyumbangkan ekonomi masyarakat karena setiap hari limbah sampah di Kota Rangkasbitung bisa mencapai 150 ton.

Apabila, kata dias, sampah itu dikelola oleh bank sampah dipastikan dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Saya kira meski sampah itu identik dengan kotor dan bau, tetapi memberikan pendapatan ekonomi masyarakat jika dikelola bank sampah," katanya.

Ketua Bank Sampah Kelurahan MC Rangkasbitung Barat Edi Junaedi mengatakan saat ini anggota bank sampah hingga 150 nasabah dan mereka sudah memiliki tabungan penjualan sampah Rp15 juta.

Para nasabah itu, setiap hari menjual sampah dari rumah tangga, seperti plastik, kardus, koran dan lainnya.

Sebagian besar anggotanya itu ibu rumah tangga juga warga yang setiap hari berkeliling mencari limbah sampah.

"Semua limbah sampah yang ditampung itu dijual ke bank sampah induk milik pemerintah daerah," katanya.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga